SWARA NON-MUSLIM

Blog ini di-dedikasikan bagi kalangan non-muslim Indonesia!

TANGGAPAN KEDUA THD DR. ALIREZA ASSAR
Ttg Bgmn Khadijah Mengawini Muhamad


By Ali Sina (2006/03/12)



PERTANYAAN DR ALIREZA ASSAR:
Yth Dr. Sina,

Ok, Dr. Sina, anggaplah pendiri Islam, si Muhamad itu memang seorang penipu, bandit, oom girang … dsb. Tapi saya bisa membuktikan pada anda bahwa ia adalah pribadi yg paling hebat dalam sejarah umat manusia. Saya akan membahas ini secara bertahap.

Pertama-tama, ia pasti pandai dan ganteng sehingga perempuan yg paling kaya dan berpengaruh pada jaman itu bisa kecantol. Khadijah, jatuh cinta padanya, menikahinya dan memberikan semua kekayaannya kpd Muhamad utk mengembangkan ideologinya. Setelah meninggalnya Khadijah, banyak perempuan cantik mencoba menarik perhatiannya tetapi tidak berhasil. Aisha adalah salah satu yg berhasil. Nah, jelaslah bahwa Muhamad memang sukses dgn perempuan, kualitas yg jarang dimiliki kebanyakan lelaki intelek !

OK. Langkah kedua: anggaplah ia penipu. Tetapi pastilah ia penipu yg sangat jitu bukan? Kebanyakan orang berbohong tetapi tidak ada yg percaya. Apakah tidak aneh bahwa seorang lelaki di bagian terpencil dunia berhasil menipu orang selama 1400 tahun dan 1,5 milyar masih mempercayai tipuannya itu hingga hari ini? Bahkan di jaman sekarangpun, banyak politisi mencoba membohongi rakyat tapi tidak berhasil. Nah, lagi-lagi anda lihat bahwa Muhamad memang luar biasa.

Langkah ketiga: Muhamad sangat berani dan sangat sukses sbg panglima militer. Ia sendiri turun dlm perang dan sering ia menang!! Bandingkan saja dgn AS dan Vietnam!!!

Nah, anda lihat sendiri sekarang bahwa Muhamad memang orang luar biasa dan oleh karena itu perlu dihormati dan bukan dihina. Upaya anda tidak akan berpengaruh pada mereka yg mencintai dan membelanya.

Salam,
Dr. A.R. Assar (assar@aon.at)
-----------------------------------



JAWABAN A SINA

Yth Dr. Assar.

1) Muhamad orang hebat?

Anda mengatakan Muhamad adalah penipu, bandit dan oom girang..., dsb tetapi anda tetap menganggapnya sbg “pribadi yg paling hebat dlm sejarah umat manusia.” Ini sangat kontradiktif. Bgmn seorang penipu, bandit dan oom girang bisa menjadi pribadi yg paling hebat dlm sejarah umat manusia? Apa yg anda maksudkan dgn pribadi hebat? Apakah Hitler juga pribadi hebat? Bgmn dgn Genghis Khan, Napoleon, Stalin, Mao Ze Dong, Khomeini, Saddam Hussein, dan Osama Bin Laden? Bukankah mereka juga pribadi-pribadi hebat? Ingat bahwa orang-orang biadab itu juga mengalami kemenangan di medan perang dan dicintai banyak orang.

Kesemuanya mengkultus-individu-kan diri mereka sendiri dan rakyat tidak henti-hentinya mengelu-elukan mereka. Definisi anda bagi “manusia hebat” memang sangat rancu. Saya tidak menganggap orang yg membunuh orang lain sbg orang hebat.

Mari kita menganalisa surat anda point by point.

2) Perkawinan Khadijah-Muhamad

Argumen anda adalah bahwa Khadijah, perempuan kaya dan berpengaruh jatuh cinta pada Muhamad dan menghabiskan kekayaannya bagi kemajuan agama karangan Muhamad.

Buku kedua saya adalah sebuah biografi Muhamad dan kesehatan psikologisnya. Dlm buku ini saya menganalisa secara mendetil hubungan Muhamad dgn Khadijah. Ini cuplikan dari buku saya itu.

Khadijah adalah puteri favorit ayahnya, Khuwaylid. Malah Khuwaylid sering lebih tergantung padanya, ketimbang pada para puteranya. Ia memang “kesayangan papi”. Ia menolak lamaran para lelaki berkuasa di Mekah. Tetapi ketika ia melihat Muhamad, ia langsung jatuh cinta dan mengirim orang utk menyampaikan surat lamarannya.

Sekilas memang nampak bahwa kepribadian Muhamad begitu magnetik sampai menaklukkan hati seorang perempuan canggih. Namun kebenarannya bisa anda baca dari biografinya.

Tabari menulis: “Khadijah mengirimkan pesan kpd Muhamad, mengundangnya utk melamarnya. Ia memanggil ayahnya kerumahnya, memabukkannya dgn anggur, melumurinya dgn parfum dan mendandaninya dgn mantel mahal dan memotong kerbau. Lalu Khadijah memanggil Muhamad dan para pamannya. Ketika mereka masuk, ayahnya langsung mengawinkan mereka. Ketika sang ayah sadar ia mengatakan, “Untuk apa daging, parfum dan baju ini?” Khadijah menjawab, “Kau telah menikahkan saya kpd Muhamad bin Abdullah”. “Saya tidak melakukannya,” kata sang ayah. “Mengapa saya akan melakukannya jika lamaran para lelaki paling berkuasa di Mekah-pun tidak saya setujui, apalagi memberikanmu kpd lelaki picisan ini?” [Tabari versi Persia Vol. 3 hal.832]

Kelompok Muhamad keberatan dan menjawab bahwa perkawinan ini disiasati oleh puterinya sendiri. Orang tua itu dgn marah menarik pedangnya; saudara-saudara Muhamad juga menarik pedang mereka. Khadijah menengahi dan menyatakan cintanya pada Muhamad dan mengakui bahwa ia memang merencanakan semuanya ini. Ayahnya kemudian berdiam tatkala sadar bahwa ini semua diluar tangannya dan rekonsiliasipun terjadi.

Jadi bagaimana menjelaskan kelakuan Khadijah yg jatuh cinta pada lelaki yg 15 tahun lebih muda darinya? Kelakuan serabutan ini menunjukkan ketidakberesan dalam kepribadian Khadijah. Apakah ia benar-benar jatuh cinta dalam hanya satu jam pertemuan? Atau hanya suka/naksir (infatuation)?

Penulis dan kolumnis Ann Landers (1918-2002) menjelaskan perbedaannya: “Infatuation is instant desire.” Naksir hanyalah perasaan nafsu menggebu-gebu. Cinta adalah persahabatan yg baru menghangat setelah beberapa lama. Cinta mengakar dan tumbuh, pelan-pelan setiap hari. Infatuation ditandai oleh ketidakpastian (insecurity). Orang yg naksir akan mengatakan, ‘Kita harus menikah sekarang juga! Aku tidak mau kehilangan kau!’ Ini memang memiliki elemen nafsu seksual".

Bukti menunjukkan bahwa ayah Khadijah seorang pemabuk. Utk melancarkan perkawinannya, Khadijah memanfaatkan kelemahan ayahnya. Hanya seorang pemabuk yg dapat kehilangan kesadarannya. Anak seorang pemabuk sering memiliki keadaan psikologis yg dinamakan codependency. Nampak juga bahwa ayah Khadijah terlalu protektif terhdp puteri kesayangannya itu. Khuwaylid memiliki anak-anak lain tetapi Khadijah adalah buah hatinya. Mungkin karena ia satu-satunya anak yg berhasil. Orang dgn kepribadian codependency ini, sering tumbuh dlm bayang-bayang orang tua yg dominan dan menyanjung mereka. Mereka menjadi obyek obsesi orang tua mereka. Di mata mereka, fungsi mereka hanyalah agar menampakkan orang tua mereka baik dimata orang luar. Mereka diharapkan menjadi 'wunderkind’.

Akibat bertubi-tubinya tuntutan akan kemampuan maksimalnya, sang anak tidak mampu mengembangkan kepribadiannya sendiri. Ia tidak merasa dicintai karena SIAPA ia tetapi karena APA yg berhasil dilakukannya. Belum lagi dgn adanya seorang ayah pemabuk yang sering membebankan sampah emosionalnya pada anak-anaknya, apalagi mereka yg dianggap paling berpotensial, sbg kompensasi atas kegagalan dan kekurangannya.

Para penderita codependent tidak mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan dari teman-teman yg sehat secara emosional. Itulah mengapa Khadijah menolak lamaran para lelaki yg sukses dan matang. Orang yg cocok bagi seorang codependent adalah seorang narsisis (seseorang yg cinta diri sendiri) yg sendirinya juga memiliki kebutuhan yg tidak terpenuhi.

Seorang codependent sering membingungkan rasa cinta dengan rasa kasihan, mereka bertendensi utk “mencintai” orang yg bisa mereka kasihani dan bisa mereka selamatkan.

Nama lain bagi codependency adalah "self effacing" atau inverted narcissist atau narsisis terbalik”. Inilah yg dikatakan Dr. Sam Vaknin, penulis Malignant Self Love (Cinta Diri yg Menghancurkan) ttg hubungan antara codependent dan narsisis:

“Sang inverted narcissist hanya mampu MERASA sesuatu saat ia berada dlm hubungan dgn narsisis lain. Sang inverted narcissist diprogram dari permulaan utk menjadi pasangan sempurna sang narcissist – guna saling mengipas Ego mereka, yg satu menjadi ekstensi kepribadian yg lain, hanya utk mendapatkan pujaan dan pengelu-eluan.” [1]

Secara sosial dan dlm hal bisnis, sang inverted narcissist sering orang sukses tetapi hubungan mereka sering tidak sehat. Khadijah sudah menikah dua kali dan memiliki 3 anak. Tidak ada sesuatupun yg tercatat ttg para mantan suaminya. Ia hanya digambarkan sbg janda. Apakah kedua atau salah satu suaminya mati atau apakah kedua perkawinannya gagal? Memang ini tidak lagi penting. Yg penting sekarang adalah hubungannya dgn Muhamad dan peran pentingnya dlm menjadikan Islam sbg agama.

(Dlm buku saya, saya memberikan lebih banyak bukti ttg keadaan mental codependency Khadijah.)

Memang pasangan Muhamad-Khadijah cocok sekali! Muhamad seorang narsisis yg haus akan pujaan dan perhatian. Ia miskin, yatim piatu dan memiliki kebutuhan emosional tinggi. Ia memerlukan seseorang utk mengemong dan memenuhi kebutuhannya, seseorang yg bisa dimanfaatkan dan dikasarinya spt caranya anak-anak memanfaatkan dan meneror orang tua. Kematangan emosional sang narsisis dibekukan saat masa kecilnya. Kebutuhan kanak-kanaknya tidak pernah dipenuhi. Ia terus mencoba memuaskan kepentingan ke-kanak-kanakannya. Semua bayi memang narsisis dan ini memang tahap penting dalam pertumbuhan mereka. Tetapi jika narsisisme ini tidak dipuaskan semasa kanak-kanak, kematangan emosional mereka akan dibekukan pada tahap itu. Mereka mencari perhatian yg tidak mereka dapatkan pada masa kecil mereka dlm hubungan mereka saat dewasa nanti.

Ibn Sa'd mengutip Muhamad yg mengatakan bahwa semua keluarga suku Quraish memiliki hubungan darah dgnnya dan oleh karena itu Auwloh dlm Quran 42:23 memerintahkan mereka utk mencintainya, walaupun mereka tidak suka pesan yg ia bawa. [Tabaqat Vol.1 hal.3] Tidak sulit utk mendengar jeritan histeris, akan cinta kasih dan perhatian, seorang lelaki yg disepelekan semasa kecilnya.

Muhamad adalah orang yg sangat memiliki kebutuhan emosional. Khadijah, dilain pihak, merupakan seorang inverted narcissist yg memerlukan obyek perhatian selain memenuhi fantasinya di ranjang. Seorang codependent tidak peduli jika ia dimanfaatkan orang lain, karena ia memang menginginkannya (Contoh bagus: lihatlah hubungan antara Pangeran Charles dan Camilla Parker-Bowles).

Vaknin menjelaskan: “Sang inverted narcissist menggantungkan diri pada sang narcissist utama dan ini memang merupakan suplai narcissistik-nya. Jadi kedua tipe ini menjadi dua orang yg saling mendukung dan membentuk sebuah sistim simbiosis. Kenyataannya namun demikian adalah, baik sang narsisist maupun sang inverted narcissist sadar akan dinamika hubungan mereka dan apa yg menjadikan hubungan mereka sukses dan awet.” [2]

Bridget Murray dlm "Mixing oil and Water" (Mencampur minyak dan air) mengatakan "Psikolog sering melihat pola khas dlm pasangan macam ini: keduanya memiliki ketidakberesan kepribadian (personality disorder). 'Mereka nampak memiliki “fatal attraction” dimana pola kepribadian mereka saling bertentangan tapi saling mengisi— dan jika mereka cerai, mereka akan tertarik pada pasangan yg mirip mantan pasangan mereka,' kata Kaslow."[3]

Hubungan simbiotik antara narcissist Muhammad dan inverted narcissist Khadijah memang sempurna.

Muhamad tidak lagi harus bekerja setelah menikahi Khadijah yg kaya raya. Ia menghabiskan waktunya dlm gua-gua dan mondar-mandir sambil menikmati fantasinya dimana ia adalah orang yg paling disayangi & paling dipuja diatas permukaan bumi ini. Khadijah begitu sibuk dgn suaminya yg narcissist ini, memuaskan kebutuhannya, sampai melupakan urusan dagangnya. Bisnisnya kemudian menurun dan kekayaannya menyusut drastis. Dari Muhamad ia mendapatkan 7 anak. Yg paling muda adalah Fatimah, saat ia berusia lebih dari 50 thn. Ia menjaga ke-10 anaknya seorang diri. Suaminya tidak pernah dirumah, tapi lebih sering menyendiri di gua-gua mentalnya. Pada saat Khadijah meninggal, kekayaannya habis dan Muhamad melarikan diri ke Medinah. Ia begitu miskin sampai menggantungkan diri atas sumbangan buah kurma dari kaum Yahudi dan pengikutnya dari Medinah.

Vaknin mengatakan: "Hanya dgn pengorbanan dirinya, pasangannya bisa sukses. Ia mengorbankan keinginannya, harapannya, mimpinya, kebutuhan seksual, psikologis & materialnya, pokoknya semuanya yg bisa mengundang kemarahan sang Dewa Narsistik- sang tokoh utama. Sang Narcissist bahkan semakin nampak superior dgn pengorbanan pasangannya ini. Semakin hebat sang Narcissist, semakin mudah pengorbanan pasangannya, dan akhirnya sang pasangan itu akhirnya hanya sekedar sbg buntut/appendix sang Narcissist. Sang pasangan ini kemudian membaur dgn sang Narcissist sampai pada titik tidak berarti dan bahkan tidak lagi dapat mengingat diri sendiri."[4]

Sang narcissist sering menuntut pengorbanan dari pasangan co-dependent-nya. Dan pasangannya yg mabuk cinta itu dgn senang hati mengikuti segala perintahnya.

Contoh :
John de Ruiter dari Alberta, Canada, adalah orang yg menyatakan diri Sang Penyelamat, The Messiah. Dan pengikutnya yang bodoh mengiyakannya.

Joyce, isterinya yg cerai darinya setelah 18 tahun perkawinan mengatakan, ia memang sangat mencintai suaminya. Tetapi dalam tahun terakhir perkawinan mereka, John lebih suka menghabiskan waktu dgn kedua adik perempuan Joyce yg cantik. Saat sang isteri mengajukan keberatan, pertama-tama sang suami membantahnya. Tetapi affairnya itu kemudian segera menjadi rahasia umum. Buru-buru ia menegaskan cintanya kpd isterinya dan bahwa selingkuhnya dgn 2 perempuan cantik itu bukan karena nafsu.

Ini pepatahnya bagi pengikutnya; “Hidup dalam suatu kode atau struktur moral, menghancurkan cinta kasih.” Narcissists memang sering hidup diluar kode moral manapun. Ego mereka terlalu besar utk tunduk pada moralitas atau aturan. Bodohnya, Joyce juga tidak meninggalkannya, sampai suatu hari suaminya datang dgn berita dahsyat. "Kami sedang duduk di dapur sambil mengisap rokok," kata Joyce, "Ia berbicara tentang ‘kematian’ saya. Ia mengakui bahwa saya telah melalui banyak kematian, hal yg bagus, menurutnya. Saya harus melepaskan 99% dari hidup saya. Tetapi ia tidak akan membiarkan saya ‘mati’ begitu saja. Katanya, kematian saya yg paling dahsyat adalah jika ia diijinkan mengambil 2 isteri lagi."

Joyce mengatakan dia menyangka suaminya cuma melucu. Ternyata tidak! Ia mengangkat masalah ini utk kedua kalinya dan meminta Joyce apakah ia merasa 3 isteri bisa hidup dalam rumah yang sama. Ini kemudian membuka mata Joyce. [5]

Untungnya Joyce belum pada tahap co-dependent berat, sehingga ia tidak sudi menerima penghinaan ini. Seorang co-dependent asli akan melakukan apapun utk menyenangkan pasangan narcissist-nya. Hubungan antara co-dependent dan pasangan narcissist-nya adalah: sadomasochisme. Joyce tidak tahan lagi akan penghinaan dan pelecehan ini dan meninggalkan suaminya yg sakit jiwa itu.

Sedihnya bagi umat manusia, KHADIJAH MEMANG CO-DEPENDENT ASLI, yang sudi mengorbankan apapun bagi sang narcissist tercintanya. Untung bagi Khadijah, Muhamad masih menghormatinya sehingga selama Khadijah masih hidup, Muhamad enggan mengambil isteri lain. Jangan lupa bahwa Khadijah yg memegang keuangan keluarga. Muhamad sendiri tidak memiliki satu sen-pun, shg sulit baginya utk membawa isteri muda kerumah Khadijah. Lagipula, mayoritas penduduk Mekah menjadikannya bahan olok-olokan. Ia dicap SINTING! Tidak ada seorangpun mau mengawininya, bahkan sekaya apapun dia. Di Mekah, pengikutnya berjumlah kurang dari 80 orang dan kebanyakan dari mereka adalah budak. Kalau Khadijah tetap hidup menyaksikan meningkatnya kekuasaan suaminya, kemungkinan besar ia harus menelan penghinaan dimadu.

Dinamika antara pasangan narcissist dan co-dependent adalah komplex, abusive (merusak) tetapi saling memuaskan. Keduanya adl orang yg memiliki kebutuhan besar dan hanya pasangannya-lah yg dapat memenuhi keinginannya.

Ini mengikat keduanya kedalam simbiosis yg memuakkan tapi awet. Kalau hubungan simbiosis ini putus, misalnya oleh kmatian salah satu pasangan, yg lainnya tidak dapat membentuk hubuhngan yg sama dgn orang lain, kecuali ia menemukan pasangan yg sama sakitnya. Ini alasan mengapa setelah kematian Khadijah, Muhamad menjadi gila perempuan dan menciptakan harem dgn sebanyak mungkin perempuan yg mampu didapatkannya. Ia mencoba mencari kompensasi atas kehilangan “sugar mommy”-nya dgn sex. Ia terus menerus menambah koleksi perempuan tetapi tidak ada seorangpun yg bisa memenuhi kebutuhan tidak normalnya itu. Ia memerlukan perlindungan dan cinta kasih. Ia, walaupun sudah berusia lanjut, tetap merindukan sosok ibu, sesuatu yg tidak dapat diberikan anak ingusan macam Aisya.

Belum ada seorangpun yg menganalisa hubungan Muhammad-Khadijah secara kritis macam ini. Dalam buku saya “From Mecca to 9/11” saya menunjukkan profil psikologis Muhammad dan hubungannya dgn mereka yg dekat dgnnya. Kita hanya bisa mengerti fenomena Muhammad, jka kita dapat mengerti psikologinya dan hubungannya dng ibunya, orang tua angkatnya, kakeknya, pamannya dan isterinya.

3) AISYA
Nah Sdr Alireza:
Anda juga mengatakan: “Setelah Khadijah meninggal, banyak perempuan cantik lainnya mencoba merebut hatinya tetapi tidak berhasil, dan hanya Aisha yg berhasil.”

Maksud anda apa? Bahwa seorang anak ingusan berumur ENAM/TAHUN JATUH CINTA PADA LELAKI BERUMUR 51 TAHUN?? bahwa Aisya-lah yg mencoba merebut hatinya? Masya auwloh....

Dimana akal sehat anda? Pernyataan anda ini bahkan tidak dapat diterima kalau anda seorang Muslimn yg tidak berpendidikan. Tapi anda ini mengaku sbg ilmuwan nuklir. Jadi mana logika anda? Bagaimana hal konyol ini bisa keluar dari mulut seorang professor macam anda?

Terlepas dari logika rancu anda, sejarahpun membuktikan bahwa anda SALAH! Bukan Aisha yg berusia 6 tahun ini yg jatuh cinta pada Muhamad, orang yg cocok menjadi kakeknya. Malah terbalik! Saya sudah mengutip hadis-hadis ttg subyek ini dalam artikel saya yg didedikasi kpd Aisha. Tetapi biarlah saya mengulangi hadis yg mengatakan bahwa Muhamad sering berfantasi ttg anak kecil bernama Aisha. (Lihat juga;
Klik disini)

Sahih Bukhari 9.140
Diriwayahkan 'Aisha: Rasulullah mengatakan kpd saya, "Kau ditunjukkan kepada saya dua kali (dalam mimpi saya) sebelum saya mengawinimu. Saya melihat malaikat menggendongmu dalam kain sutera, dan saya mengatakan kpdnya, 'Bukalah ia,' dan lihatlah, ternyata nampaklah kau. 'Kalau ini dari Auwloh, maka ini harus terjadi.'

Lalu kau ditunjukkan kepada saya, malaikat mengangkatmu dalam kain sutera dan saya mengatakan …. =idem-diulang lagi= … kalau ini memang dari Auwloh, maka ini harus terjadi.' "

Hadis berikutnya menunjukkan bahwa Muhamad-lah yg mendatangi ayah Aisya, Abu Bakr, dan melamar Aisya.

Sahih Bukhari 7.18
Diriwayahkan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk meminang 'Aisha. Abu Bakr mengatakan "Tetapi saya saudaramu." Nabi mengatakan, "Kau saudara saya dalam agama Auwloh dan KitabNya, tetapi ia (Aisha) sah bagi saya utk dikawini."

Abu Bakr yg bodoh ini tadinya kaget dan mencoba membantah tetapi tidak dapat menolak kemauan si pedofil Muhamad. Ia hanya berhasil membuat Muhammad menunggu 3 tahun, menunggu pertumbuhan Aisha.

4) Dalam point kedua anda menulis: “Katakahlah ia seorang penipu; OK, tetapi ia pastinya seorang penipu yg sangat jitu!!”

BETUL! Muhamad memang penipu jitu. Ia penipu psikopat. Ini jelas berbeda dgn cara saya dan anda berbohong. Kita tidak dapat berbohong macam cara psikopat dan meyakinkan orang akan kebohongan kita. Saya tidak dapat membohongi keponakan saya yg berumur 5 tahun ttg dimana saya menyembunyikan permennya.

Saya tidak dapat menahan geli kalau saya berbohong. Namun seorang psikopat adalah yang pertama percaya pd kebohongannya sendiri. Ini sudah saya bahas panjang lebar dalam artikel lain. Saya tidak akan mengulanginya lagi dan mengundang anda utk membacanya;
disini, atau klik The Secret of Muhamad's Success.


MUHAMMAD DI PANGKU KHADIJAH???


Muslimers... gue rada-rada bingung nih,masa sih muhammad DIPANGKU di paha KHADIJAH? apakah sosok muhamamd seperti anak kecil??
bukankah harusnya LELAKI yang memangku istrinya?

sumber: Sirah nabawiyah ibnu hisyam. Jilid 1:199.
Khadijah Radhiyauwlohu Anha Mencari Kejelasan tentang Wahyu.

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ismail bin Abu Hakim, mantan budak keluarga Az-Zubair berkata kepadaku bahwa ia diberitahu dari Khadijah
"Khadijah berkata kepada Rasulullah Shallailahu Alaihi wa SaSlam, 'Hai saudara misanku, bisakah engkau bercerita kepadaku tentang sahabatmu (Malaikat Jibril) yang datang kepadamu?' Rasulullah SAW berkata, "bisa.' Khadijah berkata, 'Jika ia datang lagi kepadamu, maka ceritakan kepadaku' Tidak lama setelah itu, Jibril datang kepada Rasulullah SAW seperti biasanya, Rasulullah SAW berkata kepada Khadijah, 'Hai Khadijah, inilah Jibril datang kepadaku.' Khadijah berkata, 'Saudara misanku, berdirilah dan duduklah di atas paha kiriku' Rasulullah SAW berdiri lalu duduk di atas paha kiri Khadijah. Khadijah berkata 'Apakah engkau melihatnya?' Rasulullah SAW menjawab, Ya, Khadijah berkata, ubah posisisi dan duduklah di paha kananku' Rasulullah SAW mengubah posisinya dengan duduk di atas paha kanan Khadijah. Khadijah berkata, 'Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah SAW menjawab ,'Ya.' Khadijah berkata, 'Cobalah engkau duduk di atas pangkuanku!' Rasulullah SAW mengubah posisinya dengan duduk di atas pangkuan Khadijah. Khadijah berkata, 'Apakah engkau masih rnelihatnya?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya.' Kemudian Khadijah duduk dengan kepala dan wajah terbuka, serta melepas kerudungnya sedang Rasulullah SAW duduk di atas pangkuannya. Khadijah berkata, 'Apakah engkau masih melihatnya?' Rasulullah SAW menjawab, Tidak.' Khadijah berkatah 'Saudara misanku, bergembiralah dan bersabarlah Demi Auwloh, sungguh dia adalah malaikat dan bukan syeiton'

Ibnu Ishaq berkata bahwa aku pernah berdiskusi dengan Abdullah bin Hasan tentang hadils di atas. Abdullah bin Hasan berkata, "Aku pernah mendengar ibuku. Fathimah binti Husain menceritakan hadis tersebut dari Khadijah, namun aku pernah mendengar ibuku berkata, 'Khadijah memasukkan Rasulullah SAW ke dalam dir 'on (baju wanita) miliknya, kemudian pada saat itulah Jibril pergi dari hadapan Rasulullah SAW. Khadijah berkata kepada Rasulullah SAW , 'Sungguh, dia adalah malaikat dan bukan syetan, ....


(sick religion...!)


Catatan Kaki:

[1] http://www.mental-health-matters.com/articles/article.php?artID=176
[2]
http://www.mental-health-matters.com/articles/article.php?artID=176
[3]
http://www.apa.org/monitor/mar04/mixing.html
[4]
http://www.drirene.com/1_nar.htm
[5]
http://www.rickross.com/reference/ruiter/ruiter3.html



sumber:

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1740
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=13400



ENGLISH VERSION